MPASI Tepat, Adekuat, Aman

Inilah salah satu topik pembicaraan paling popular di antara ibu –juga ayah– yang punya bayi. Pemberian makan pada bayi memang bukan hanya untuk pemenuhan gizi, tetapi juga pendidikan dan psikologis anak.

Lebih dari 100 orang tua muda memenuhi ruang Auditorium Lantai 8 RSU Bunda Menteng, Jakarta, pada hari Minggu 21 April 2013. Para ayah dan ibu bergantian menggendong bayi mereka sambil menyimak dan berdiskusi dengan para pembicara dalam acara Parenting Class bertema “Kiat Sukses MPASI”:dr. Ayu Partiwi, SpA, MARS dan dr. Titis Prawitasari, SpAK (konsultan gizi anak).

Antara ASI dan MPASI

ASI memang makanan terbaik untuk bayi. Namun setelah usia 6 bulan bayi harus mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) yang tepat, adekuat (memadai) dan aman. “Bahkan ada bayi yang harus mendapat MPASI lebih cepat karena berat badannya turun secara signifikan,” ujar dr. Tiwi pada presentasinya.

MPASI yang baik sesuai anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah:

  • Kaya energi,  protein dan zat gizi mikro khususnya zat besi, zinc, kalsium, vitamin A, vitamin C, dan folat.
  • Tidak pedas dan asin.
  • Mudah dimakan bayi.
  • Disukai bayi.
  • Tersedia dan terjangkau di lingungan anak.

Pada kesempatan ini, dr. Tiwi menyoroti pentingnya konsumsi zat besi pada bayi ASI, karena dari pengamatannya di ruang praktik, banyak bayi ASI yang mengalami kekurangan zat besi atau feritin (cadangan zat besi). “Padahal, bila kebutuhan zat besi tidak adekuat bisa berakibat pada gangguan perkembangan, karena zat besi dibutuhkan dalam perkembangan  sel-sel otak,” tandas dr. Tiwi. Karena itu, diskusikan dengan dokter anak apakah bayi tidak mengalami kekurangan zat besi atau feritin dengan pemeriksaan laboratorium. Bila kurang, beri makanan sumber zat besi yang adekuat, atau bila perlu dengan suplemen zat besi untuk bayi.

Responsive feeding

Tepat, adekuat, aman. Apa ya maksudnya pada pemberian MPASI?

  • Tepat waktu: harus diberikan saat kebutuhan zat gizi tidak dapat dipenuhi ASI.
  • Adekuat: mencukupi kebutuhan zat gizi yang diperlukan bayi.
  • Aman: higienis dalam proses persiapan, pemberian dan penyimpanan makanan bayi.
  • Tepat cara pemberiannya: sesuai dengan tanda lapar-kenyang dari bayi, tekstur, jumlah dan frekuensi, serta cara pemberiannya.

Tujuan pemberian makan pada bayi bukan hanya untuk pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga penting untuk pendidikanseperti keterampilan makan, selera dan disiplin anak, “Serta untuk aspek psikologis seperti kepuasan serta interaksi antara orang tua dengan anak,” ujar dr. Titis.

Lebih lanjut dr. Titis menjelaskan tentang pentingnya pemantauan berat badanbayi, bahan makanan apa saja yang bisa diberikan pada bayi serta jumlahnya dengan contoh secara langsung.

Tabel: Kenaikan Berat Badan Bayi yang Adekuat

Periode

g/hari

g/bulan

Trimester 1

25 – 30

750 – 900

Trimester 2

20

600

Trimester 3

15

450

Trimester 4

8 – 10

200 – 300

 

  • Anak lebih dari 1 tahun: minimal 2 kg/tahun

Cara terbaik memperkenalkan MPASI pada bayi adalah menggunakan prinsip responsive feeding, yaitu mengenali tanda-tanda bayi lapar dan kenyang. Bila bayi mulai memasukkan tangannya ke mulut, matanya berbinar dan tangannya menggapai makanan yang ada dilihatnya, itu pertanda dia lapar. Sementara bila bayi mulai memalingkan wajahnya dan menampik tangannya dari sendok makan yang ibu suapkan, menangis bahkan muntah, itu pertanda bayi sudah kenyang.

Adakah aturan pemberian MPASI? Singkatnya, ibu dan pengasuh bayi bertanggung jawab terhadap waktu pemberian makan (kapan), jenis makanan (apa), dan tempat makan (di mana). Sementara bayi menentukan jumlah makanan yang dia makan (berapa) dan selera makan (mau atau tidak).

Dengan berbekal pengetahun, kesabaran, tak kenal lelah mengamati pola dan kebiasaan makan bayi –buat buku harian makan anak– maka pemberian MPASI yang tepat, adekuat, dan aman pasti bisa sukses!