Oromotor& Gigi Bayi

Organ mulut bayi sering terabaikan. Padahal, dari sini pusat belajaranak berawal.

 

“Mulut itu pusat belajar anak pertama kali. Bayi lahir langsung menyusu, belajar lewat mulutnya. Jadi biarkan kalau bayi usia 2-4 bulan memasukkan tangannya ke mulut karena itu merupakan tahap stimulasi mulut. Itu sebabnya, penting bagi orang tua untuk mengenal bagaimana perkembangan oromotor bayi serta perawatan giginya, antara lain agar bayi bisa makan dengan baik,” ujar dr. Ayu Partiwi, SpA, MARS, pada pembukaan Parenting Class di Auditorium Lantai 8 RSU Bunda Menteng, Jakarta, pada 19 Mei 2013, yang bertema “Gigi dan Stimulasi Makan”.

Mulut, Pusat Dunia Bayi

Bagi bayi baru lahir, mulut memang pusat dunianya. Menyusu yang kelihatannya sepele, tidak demikian bagi bayi baru lahir. Dia harus mengerahkan semua keterampilan dan kepandaiannya untuk bisa menyusu. Di sinilah peran oromotor bayi berlangsung, yakni kesinambungan sinkronisasi ritmis fungsi mengisap-menelan-bernapas. Proses bayi menyusu sama dengan lari cepat 100 meter pada orang dewasa!

Oromotor adalah alat gerak mulut (oral). Pada bayi baru lahir, kemampuan ini dilakukan secara refleks, yang selanjutnya melalui proses belajar akan tercapai gerakan oromotor otomatis dan terampil. Oromotor meliputi otot wajah, bibir, langit-langit mulut (palatum) bagian depan yang keras dan bagian belakang yang lembut, anak tekak, kerongkongan (faring), pita suara (laring), gusi, gigi, dan lidah. “Yang perlu kita ingat adalah, bayi bukan miniatur orang dewasa. Kondisi fisiknya, termasuk oromotor-nya, berbeda dengan orang dewasa,” ujar dr. Luh Karunia Wahyuni, SpKFR(K), dokter konsultan kesehatan fisik dan rehabilitasi.

Tabel: Perbedaan Oromotor Bayi dan Orang Dewasa

Bagian

Bayi

Orang dewasa

Lidah

Memenuhi seluruh rongga mulut, sehingga kesannya besar.

Ada jarak antara lidah dengan langit-langit mulut (berongga).

Pipi

Tembem (chubby) karena berisi lapisan lemak, sehingga rongga mulut stabil.Pada bayi prematur yang pipinya tidak tembem, maka rongga mulutnya tidak stabil dan akan berpengaruh pada fungsi isapnya.

Pipi tidak berisi lapisan lemak.

Anak tekak

Antara anak tekakdan epiglotis (bagian saluran pernapasan) bersambung, sehingga bayi punya kemampuan bernapas dan mengisap pada saat bersamaan, dan tidak tersedak.

Antara anak tekak dan epiglotis terpisah sehingga bila menelan sambil bernapas akan tersedak.

 

Tuba eustachius (saluran telinga tengah yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga mulut)

Tidak berjarak dengan mulut sehingga bila pilek lendirnya mudah menjalar ke rongga telinga.

 

Ada jarak agak jauh dengan mulut.

Leher

Lebih pendek.

Lebih panjang.

Dengan kondisi oromotor bayi yang khusus tersebut, maka menimbulkan beberapa implikasi, yaitu:

  • Bayi bernapas lewat hidung, karena rongga mulutnya penuh dengan lidah. Bila bayi bernapas dengan mulut maka oksigennya terbatas.
  • Pita suaranyaakan memroteksi jalan napas saat menelan.
  • Mulutnya mampu melakukan kompresi dan mengisap cairan dari puting susu ibu.

Lebih lanjut dr. Luh mengingatkan pada para orang tua untuk tidak melarang bayi yang sedang bereksplorasi dengan organ mulutnya, seperti:

  • Memasukkan tangan ke mulut. Hal ini bertujuan untuk mendorong refleks muntah bayi yang ada di bagian depan mulut ke anak tekak, seperti pada orang dewasa. Anak juga belajar mengoordinasikan tangan dan mata untuk kemudian memasukkan ke dalam mulutnya. Dia belajar mengenal bentuk tangannya dan memasukkan ke dalam memorinya. Itu sebabnya, lepaskan sarung tangannya pada kondisi ini. Yang perlu diperhatikan saat anak melakukan aktivitas ini adalah tangannya harus bersih.
  • Memasukkan kaki ke mulut. Anak belajar melakukan gerakan melawan gravitasi, yang bertujuan menguatkan otot perut sebagai persiapan memutar badan (rolling) dan mengangkat kepala.

Beri bayi tekstur makanan sesuai tahapan keterampilan makannya. Misalnya, setelah usia 6 bulan beri makanan pendamping ASI (MPASI), bertahap mulai dari yang lembut hingga kasar. Proses belajar makan bayi berkaitan erat dengan kepandaian bicara-bahasanya kelak. Contohnya, kata “mu-sya-wa-rah” akan melibatkan bibir, lidah tengah bertemu langit-langit keras tengah, bibir bawah bertemu gigi atas, ujung lidah bertemu langit2 keras depan dan kemudian melepaskannya.

Pada kesempatan ini dr. Luh juga banyak mengajak para orang tua untuk mencoba-rasakan proses makan bayi, mulai mengisap, mengunyah, menelan dan bernapas, serta minum dengan sedotan kecil hingga besar. Dari tayangan video juga tergambar bagaimana cara pemberian makan yang benar pada bayi, seperti pentingnya tubuh bayi dalam posisi segaris serta jangan menyuapi bayi saat menangis karena dia tak dapat menelannya. “Wah, ternyata banyak juga ‘daftar dosa’ kita sebagai orang tua saat memberi makan anak,” komentar seorang ayah.

Perawatan gigi dan mulut

Gigi sebagai salah satu bagian oromotor bayi perlu dilakukan perawatan saksama. “Sejak gigibayi tumbuh, kesehatan gigi dan mulut harus dijaga, karena merupakan dasar gigi tetap,” ujar drg. Dian Tjahyawatisambil memberi contoh cara membersihkannya.

Sejalan dengan mulainya diberikan MPASI, gigi bayi pun mulai tumbuh di usia 6-9 bulan. Tanda-tandanya:

  • Sering menggigit.
  • Air liur berlebihan.
  • Pipinya semu merah.
  • Gusi yang akan tumbuh gigi kemerahan.
  • Rewel.
  • Tidak mau makan.
  • Kadang kadang disertai suhu tubuh meningkat.

Untuk lebih menenangkan bayi yang akan tumbuh gigi, solusi drg. Dian adalah memberikan mainan yang lembut terbuat dari karet pada bayi. Bisa berupa teether yang digigit-gigit bayi.

Pada umumnya, gigi rahang bawah anak akan tumbuh lebih dahulu, yaitu  2 gigi seri bawah. Selang beberapa bulan kemudian akan tumbuh 2 gigi seri atas yang diikuti gigi geraham bawah. Sementara gigi taring anak biasanya akan tumbuh di usia 2,5 tahun; dan pada usia 3 tahun gigi anak sudah lengkap 20 buah.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua bekaitan dengan perawatan gigi anak:

  • Gosok gusi secara perlahan dengan kasa steril yang dibasahi air hangat.
  • Bila bayi sudah cukup besa, ibu bisa mengajarkan cara berkumur  dan mengenalkan sikat gigi.
  • Menggunakan sikat gigi yang tepat.
  • Menyikat gigi yang benar.
  • Mengganti sikat gigi bila sudah rusak.
  • Simpan sikat gigi dalam keadaan kering.
  • Membersihkan bagian dalam gigi.
  • Gosok gigi 2 kali sehari, pagi dan menjelang tidur malam.
  • Ajarkan anak mengosok giginya dengan baik dengan cara mencontohkan dan/atau bersama-sama menggosok gigi di depan cermin.
  • Beri pujian bila anak sudah menggosok giginya.

 

Bagaimana dengan penggunaan pasta gigi untuk bayi, bolehkah? “Anak yang berumur 1,5- 2 tahun dan dapat mulai berkumur sudah bisa memakai pasta gigi khusus untuk anakkira-kira setengah dari bulu sikat gigi anak,” jawab drg. Dian.Pasta gigi untuk anak pada umumnya mengandung bahan-bahan yang aman jika tertelan. Fluroide dan bahan-bahan lain biasanya jumlahnya sangat sedikit.

Subscribe Youtube: drtiwitv