Gizi Prima Saat Hamil & Menyusui

Gizi prima sejak hamil bukan hanya modal untuk ibu, tapi juga untuk bayi setelah lahir kelak.

“Salah satu contohnya adalah pentingnya konsumsi zat besi yang adekuat pada ibu hamil, sehingga pada saat bayinya lahir dan berumur 4-5 bulan, tidak mengalami kekurangan zat besi,” ujar dr. Ayu Partiwi, SpA, MARS, yang akrab disapa dr. Tiwi dalam acara Parenting Class bertema “Nutrisi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui” di Auditorium Lantai 8 RSU Bunda Menteng, Jakarta, 9 Juni 2013.

Gizi untuk otak

Kehamilan merupakan proses yang alamiah yang dialami perempuan. Pada saat hamil maka terjadi perubahan seluruh sistem tubuh untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin. “Selain untuk tumbuh kembang fisik dan mental janin,asupan gizi selama kehamilan dan menyusui akan membentuk jaringan baru pada ibu, berupa pertumbuhan rahim, plasenta, dan payudara,” ujar dr. Taufik Jamaan, SpOG,yang memaparkan bahwa gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin sebanyak 40%, sementara untuk pertumbuhan ibu sejumlah 60%.

Lebih lanjut dr. Taufik menekankan pentingnya konsumsi aneka ragam makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu selama hamil dan menyusui, terutama yang mengandung kalsium, magnesium dan vitamin D untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi. ”Juga, makanan sumber asam lemak omega-3 seperti kacang-kacangan dan minyak ikan, untuk pertumbuhan jaringan otak dan penglihatan bayi. Perkembangan otak, sistim saraf, serta penglihatan bayi terjadi sebelum dan selama tahun pertama kelahiran,” sambung dr. Taufik yang baru saja meluncurkan serial buku “Memiliki Buah Hati”, “Kehamilan Sehat”, “Persalinan Mudah & Nyaman”, serta “Penyakit pada Wanita”.

Asam folat, kolin dan zat besi adalah beberapa zat gizi yang juga tak boleh diabaikan ibu hamil dan menyusui. Penelitian membuktikan, kebanyakan ibu hamil mengalami kekurangan zat besi sehingga terjadi anemia. Kondisi seperti ini bisa berlanjut pada bayi di usia 4-5 bulan kelak, sehingga diperlukan suplementasi zat besi. Karena itu, bila asupan gizi ibu hamil dan menyusui kurang optimal, maka perlu dilakukan pemberian suplemen sesuai kebutuhan ibu dan janin/bayi.

Posisi menentukan prestasi menyusui

Selain kondisi gizi ibu selama hamil dan menyusui, keberhasilan menyusui juga ditentukan oleh posisi bayi saat menyusu. “Tolong lebih diperhatikan posisi bayi saat disusui ya, Bu,” ungkap Bidan Lisma Meliana, AmKeb, saat memberikan mini workshop sambil memeragakan berbagai variasi posisi yang benar saat menyusui bayi dengan teknik perlekatan (latch on) yang baik. Posisi menyusui dan perlekatan yang benar akan menentukan keberhasilan proses laktasi. “Bila posisi leher dan kepala bayi miring, dia pasti mengalami kesulitan menyusu. Coba saja kita minum sambil menolehkan kepala, susah, bukan?”

Sepuluh boneka bayi dan payudara tiruan yang dipinjamkan pada peserta langsung dimanfaatkan untuk praktik para ibu hamil. “Aih, pingiiiin banget nggendong bayi sungguhan…,” cetus seorang ibu hamil spontan sesaat menerima boneka bayi. Para calon ayah yang hadir pun ikut menanggapi aksi istri mereka dengan ikut mengendong boneka, bahkan tak sedikit yang merekam peragaan Bidan Lisma dengan telepon selular atau PC Tablet yang mereka bawa. “Nggak sabar nungguuploaddi youtube: drtiwitv,” komentar seorang calon ayah.

Lebih lanjut Bidan Lisma yang sehari-hari bertugas sebagai perawat kepala, trainner dan konselor laktasi di RSIA Bunda – Menteng, Jakarta, ini menjelaskan dan memeragakan bagaimana peran suami dalam mengoptimalkan produksi ASI, di antaranya dengan memijat punggung istri yang memicu refleks produksi ASI. Peserta pun langsung mempraktikkannya, dan tampak senyum bahagia di wajah para ibu hamil.

Tidak hanya berbagi informasi mengenai proses laktasi, Bidan Lisma pun memeragakan bagaimana perawatan bayi baru lahir, seperti merawat tali pusat, memandikan bayi, serta kiat melakukan sterilisasi botol penyimpan wadah ASI perah. “Saat melahirkan di rumah sakit kelak, saya anjurkan ibu-ibu dan bapak-bapak jangan ragu minta penjelasan pada perawat perihal proses laktasi dan cara merawat bayi. Tugas kami para perawat untuk berbagi informasi dengan ibu-ibu dan bapak-bapak,” tandas Bidan Lisma sambil tersenyum.

 

 

Subscribe Youtube: drtiwitv