Ibu Tenang, MPASI Sukses

Makanan Pendamping ASI sama pentingnya dengan pemberian ASI eksklusif. Dengan pengetahuan yang benar dan pijat tuina anak, bisa mengoptimalkan tumbuh kembang bayi.

Ada yang istimewa pada Parenting Class 10 Oktober 2013 yang lalu. Selain dekorasi ruangan yang cantik di lantai 2 RSU Bunda Menteng, Jakarta, peserta yang hadir pun mendapatkan buku “Sehat Lezat Olah Saji dr. Tiwi” yang belum ada di pasaran! Ya, buku tersebut memang belum ada di toko buku, karena setelah acara Parenting Class Kamis pagi tersebut, buku terbaru dr. Tiwi akan diluncurkan secara resmi, dan beredar di pasaran seminggu setelahnya. Berbahagialah para peserta Parenting Class kali ini.

Jangan Abaikan MPASI

“Saya merasa ikut bertanggung jawab pada bayi ASI yang makanan pendamping ASI-nya (MPASI) tidak betul. Setelah usia 6 bulan bayi harus dapat MPASI, dan ASI bisa tetap diberikan hingga anak usia 2  tahun. Kalau setelah 6 bulan bayi tidak diberi MPASI, berat badannya pasti akan menurun. Berat badan ideal ini berkaitan dengan sistem imun anak dan masa emas pertumbuhan otaknya,” ujar dr. Tiwi sambil memberi informasi cara mengisi dan membaca grafik pertumbuhan bayi yang tertera pada buku terbarunya.

Selain usia, kesiapan fisik dan psikologis bayi dalam menerima MPASI juga penting diperhatikan. Misalnya bayi sudah bisa menahan kepala dan menunjukkan minat terhadap makanan. Lalu, MPASI yang baik itu seperti apa?

  • Dari beragam bahan makanan yang diperkenalkan satu per satu. Biasanya diawali dengan buah atau serealia.
  • Higienis dan bebas pencemaran.
  • Bentuk dan jenis makanan sesuai dengan usia dan keterampilan oromotor bayi. Makin bertambah usia bayi maka makin kasar tekstur makanannya dan bertambah jenisnya.
  • Lakukan responsive feeding, yaitu melihat reaksi bayi saat diberi makan. Biasanya bayi merasa lapar setelah bangun tidur dan sehabis mandi.

Pada kesempatan ini dr. Tiwi membahas isi buku “Sehat Lezat Olah Saji dr. Tiwi”, termasuk menggarisbawahi pentingnya asupan makanan yang mengandung mineral zinc dan zat besi, lengkap dosis dan aturan pakainya. Dari pengamatan dr. Tiwi di meja praktik, cukup banyak bayi ASI yang mengalami kekurangan zat besi.

Penting bagi orang tua untuk mengenali periode sensitif pemberian MPASI, yang umumnya terjadi di usia 6-9 bulan. Pada bayi normal, hal ini umumnya karena tata laksana pemberian MPASI yang kurang tepat, misalnya menyuapi terlalu banyak makanan sehingga bayi tersedak. Memberi makan anak dengan tenang dan relaks memang penting. Karena, bila ibu panik saat anak susah makan, biasanya anak makin mogok makan.

Pijat Tuina, Merangsang Nafsu Makan

Anak mogok makan. Anak tidak nafsu makan. Itulah keluhan yang banyak orang tua, khususnya ibu. Adakah obat untuk merangsang nafsu makan anak? Jangan buru-buru dan mudah memberi obat pada anak, Bu. “Dengan mempraktikkan pijat tuina anak, bukan hanya nafsu makan anak saja yang meningkat, namun juga mengoptimalkan penyerapan gizi makanan yang dikonsumsinya,” ujar Reza Gunawan, praktisi kesehatan holistik, memberi solusi.

Selama ini setiap membahas makanan anak, fokus kita lebih sering pada: dikasih makan apa? Menunya apa? Atau, cara masaknya bagaimana? Bahan baku makanan yang bagus memang penting untuk menghasilkan output yang baik. Namun, kita juga perlu memerhatikan ‘pabrik’ di dalam tubuh anak yang mengolah, menyerap dan memanfaatkan zat makanan yang berguna, serta membuang sisa makanan tak berguna. “Pemahaman ini penting mengingat tubuh anak tidak sama persis satu sama lain, baik sifat badannya, metabolismenya, sensitivitasnya, reaksinya terhadap makanan, obat, dan sebagainya,” jelas Reza.

Lebih lanjut Reza menjelaskan tentang sistem tubuh dalam mengolah, menyerap dan membuang sisa makanan. Menurut Reza, orang tua adalah “dokter” yang paling mengenal ritme, kesehatan dan perilaku anaknya karena boleh dibilang 24 jam bersama dan peduli terhadap anak. Itu sebabnya, perawatan anak di rumah sangat mungkin dan perlu dipelajari orang tua.

Dalam ilmu kedokteran timur, ada istilah yang disebut food stagnation, yaitu gangguan efisiensi sistem cerna, yang menyebabkan timbunan makanan akibat tidak berhasil diolah dan diserap oleh tubuh. Ini bisa menyebakan colic, perut cepat kenyang, sakit perut, kurang nafsu makan, sulit serap gizi, konstipasi, dan gangguan tumbuh kembang. Kondisi food stagnation ini adalah kondisi yang paling jarang didiagnosa dengan benar menurut kacamata medis umum, karena dalam kacamata medis Barat, ilmu gizi cenderung lebih menekankan pada asupan yang diberikan, ketimbang kemampuan tubuh anak untuk menyerap asupannya.  Praktisi kedokteran Timur yang terlatih di bidang pediatri umumnya bisa membantu diagnosa ini sehingga penanganan ke anak lebih terpadu dan lengkap.

Reza pun kemudian memberikan bekal pada peserta yang hadir pada Parenting Class kali ini, yaitu pijat tuina anak yang bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan anak serta penyerapan zat gizi makanan yang dikonsumsi. Ada 8 langkah pijat yang “hanya” menggunakan tangan kita ini. Mudah dilakukan dan banyak manfaatnya untuk tumbuh kembang anak. Untuk lebih lengkapnya bagaimana gerakan pijat ini, bisa disimak pada youtube: Pijat Tuina Anak: Tingkatkan Nafsu Makan & Penyerapan Gizi dan youtube: drtiwitv: dr. Tiwi & Reza Gunawan – Pemberian MPASI pada Bayi, Pijat Tuina, dan Tanya Jawab Ibu Tenang MPASI Sukses.

Subscribe: youtube: drtiwitv.