Tangisan si kecil

Tanya :
Mengapa bayi saya sering sekali menangis? Apakah ia sakit?

Jawab :

Jika bayi menangis, belum tentu itu tanda bahwa ia sakit. Itu hanya cara bayi berkomunikasi. Karena belum bisa berbicara, maka ia mengungkapkan kebutuhannya lewat tangisan. Jadi jangan pernah mengira bahwa si kecil menangis karena tidak menyukai ibunya, atau Anda orangtua yang kurang terampil. Ada saat-saatmaksud tangisannya dengan mudah Anda baca, misalnya; lapar, kepanasan atau popoknya kotor. Namun sering juga orangtua dibuat bingung dalam memahami keinginannya.


Merespon tangisan bayi :

Cobalah untuk selalu merespon tangisan bayi dengan segera. Merespon tangisan bayi baru lahir dengan segera bukanlah bentuk pemanjaan. Bayi-bayi ini masih terlalu muda untuk memahami cara-cara mencari perhatian lewat tangisan. Sebuah penelitian bahkan menjelaskan bahwa kecepatan berespon ibu terhadap tangisan bayi ternyata berefek terhadap kemampuan anak berkomunikasi kelak. Kepekaan Anda akan membuat si kecil tumbuh menjadi anak yang percaya diri nantinya. Sebaliknya, pengabaian terhadap tangisan akan mengakibatkan bayi menangis lebih lama dan lebih sering.

Berbagai penyebab tangi s bayi :

Bayi bisa menangis saat merasa lapar, mengantuk, kepanasan, kedinginan, bosan, tidak merasa nyaman, pakaian basah atau popok kotor. Bayi-bayi yang masih terlalu muda biasanya cepat menangis karena merasa terganggu, misalnya suara keras, cahaya yang terlalu terang, ikatan bedong yang terlalu kencang dan sebagainya.

Ada waktu-waktu yang kurang lebih sama tiap hari dimana si kecil menangis cukup lama. Misalnya saat magrib atau sore hari. Setelah beberapa waktu berlalu, Anda pasti akan dapat menandai waktu-waktu tersebut. Jangan khawatir! Upayakan agar si kecil merasa nyaman. Jika Anda lelah atau kesal, jangan paksakan diri untuk terus menerus berada di dekat si kecil. Minta saja orang lain yang menggantikan tugas Anda.

Hati -hati :

Jika si kecil menangis terus menerus tanpa bisa dihentikan, coba ukur suhu tubuhnya dengan thermometer.