Bayi Kuning

Tanya :

Kata dokter bayi saya kuning. Tapi katanya tidak apa-apa dan beliau menyarankan untuk banyak ‘dijemur’ saja
di bawah sinar matahari. Benarkah bayi saya tidak apa-apa?

Jawab :

Warna kuning pada bayi umumnya muncul pada hari ketiga kelahirannya, dan ini adalah peristiwa wajar yang diakibatkan oleh pecahnya sel darah merah segera setelah dilahirkan. Hal ini menyebabkan kelebihan bilirubin pada darah, sebuah senyawa kimia yang terbentuk pada saat pecahnya sel darah merah. Kondisi ini disebut dengan kuning fisiologis. Dalam darah setiap manusia mengandung sedikit bilirubin. Namun pada bayi baru lahir cenderung meningkat, karena mereka memiliki ekstra sel darah merah saat dilahirkan, dan fungsi hati mereka yang belum matang memiliki kesulitan dalam memproses kelebihan bilirubin tersebut. Sehingga muncul semburat warna kuning pada wajah bayi, yang kemudian turun ke dada dan perut, lalu ke kaki. Biasanya warna ini akan menghilang dalam beberapa hari (7-10 hari) tanpa pengobatan apapun.

Perawatan di rumah :

  • Jika kadar bilirubin tidak terlalu tinggi (< 10-12mg/dl pada hari ke 3-5 pada bayi cukup bulan) umumnya bayi diperkenankan pulang ke rumah. Namun setelah 3 hari, bayi diminta kembali ke rumah sakit untuk kontrol. Ini dimaksudkan untuk memantau kadar bilirubin bayi.
  • Berikan ASI sebanyak mungkin. Banyak minum ASI dapat membantu menurunkan kadar bilirubin, karena bilirubin dapat dikeluarkan melalui air kencing dan kotoran bayi. ASI juga mengandung zat seperti “pencahar” yang membuat bayi sering mengeluarkan kotoran yang membawa bilirubin
  • Jemur bayi di bawah matahari pagi. Menjemur bayi dengan busana tipis atau tanpa busana bila dihalangi kaca yang tembus matahari atau korden tipis di bawah sinar matahari pagi, antara pukul 07.30 – 09.00 selama 15-20 menit dapat membantu mengurangi kadar bilirubin di kulit. Marahari yang mengadung vit D juga baik dalam mengoptimalkan fungsi hati yang berperan dalam memproses bilirubin agar bayi tidak kuning. Lindungi mata bayi dari sorot matahari secara langsung.

HATI-HATI !

Cermati kondisi bayi. Jika bayi tampak lemas, seperti tidur terus dan malas menyusu, segera bawalah menemui dokter Anda. Hal ini dapat menjadi tanda peningkatan bilirubin yang dapat membuat bayi kejang. Cara lain adalah mengamati bola mata dan kulit bayi. Jika terlihat menguning itu tandanya terjadi peningkatan bilirubin. Batas aman bilirubin bagi bayi adalah 12 mg/dl pada bayi cukup bulan pada hari ke 3-5. Bilirubin yang nilainya 12-15mg/dl pada bayi cukup bulan dengan berat lahir di atas 2500g sebetulnya cukup aman bila bayi sering disusui,dan tidak memerlukan perawatan, tetapi sebaiknya tetap diawasi oleh dokter anak dengan mengevaluasi
kadar bilirubin setiap 1-2 hari.

Perawatan di rumah sakit :
Dokter akan melakukan phototherapy, atau meletakkan si kecil di bawah lampu fluorescent atau ultra violet untuk beberapa saat (sehari atau dua hari), hingga hati si kecil cukup matang untuk mengatasi kelebihan bilirubin yang dialaminya. Pada saat ini perawat akan menutup mata dan alat kelamin bayi agar tidak terkena dampak sinar ultra violet tersebut. Selama perawatan, kadar bilirubin dalam darah bayi akan terus mendapatkan pengawasan. Bagi ibu yang sedang menyusui mintalah pada pihak Rumah Sakit agar dapat dirawat bersama bayi dalam 1 kamar, sehingga ibu bisa tetap menyusui.

Bermacam jenis bayi kuning :

  • Jenis bayi kuning abnormal adalah keadaan kuning yang berkembang lebih cepat, pada 24 jam setelah kelahiran. Keadaan ini disebabkan terlalu banyaknya sel darah merah yang terlalu cepat pecah karenaadanya ketidak cocokan golongan darah antara ibu dan bayi, kelahiran dengan alat “vacum” atau bisajuga karena infeksi. Bila bayi memiliki golongan darah berbeda dengan ibu (terutama bila ibu mempunyai Golongan darah O sedangkan Bayi golongan darah lain selain O atau bayi dan ibu mempunyai golongan Rhesus yang berbeda), maka terjadilah ‘peperangan’ antara sel darah merah bayi dan antibodi asing dari golongan darah ibu yang berbeda. Hasilnya banyak sel darah rusak, bilirubin dilepaskan dan bayi menjadi kuning dengan cepat.
  • Ada keadaan bayi kuning yang justru diakibatkan karena disusui oleh sang ibu. Namun kasus yang dikenal dengan “breast milk jaundice” ini jarang sekali terjadi, dan tidak perlu kuatir selama bayi kelihat bugar dan menunjukkan kenaikan berat badan yang baik (berat badan bayi meningkat sekitar 20g/hari). Pada kasus kasus tertentu, bila kadar bilirubin tinggi (lebih dari 16-17mg/dl) dan dokter memerlukan ketepatan diagnosis “breast milk jaundice” , ibu diminta untuk berhenti menyusui selama 12 sampai 24 jam. Pada saat itu ibu memberi sementara formula, namun tetap memompa ASInya. Biasanya bila diagnosis tersebut benar, bilirubin akan turun dengan cepat dalam 102 hari penghentian ASI. Setelah itu ibu tetap disarankan memberikan ASI kembali pada si kecil.